Senin, 01 Oktober 2012

sosialisasi pedesaan bagi pecinta alam

Sosialisasi Pedesaan
A.    Definisi

‘Sosialisasi’ dan ‘pedesaan’, sangat sering kita mendengar istilah dan arti dari kedua kata tersebut. Dikutip dari sumber http://www.scribd.com/doc/27119983/A-Sosialisasi-1-Pengertian-Sosialisasi-Menurut-Para, “Stewart (1985:93) menyatakan bahwa sosialisasiadalah proses orang memperoleh kepercayaan sikap nilaidan kebiasaan dalam kebudayaan. Melalui proses sosialisasi akan tumbuh satu pribadi yang hak karena sifat-sifat kelompok tidak pernah diserap secara sama oleh masing-masing anggota kelompok.”
Pendapat ahli lainnya adalah “Broom dan Selznic ( 1961 : 79 ) menyatakan bahwa sosialisasi adalah proses membangun atau menanamkan nilai-nilai kelompok pada diri seseorang. Dari segi masyarakat sosialisasi adalah cara untuk mentransmisikan kebudayaan dan cara bagaimana seseorang di sesuaikan kedalam cara kehidupan yang telah diorganisir dari segi individu, ataupun pemenuhan potensi pertumbuhan dan perkembangan pribadi. Sosialisasi memanusiakan manusia dan mengembangkannya agar menjadi pribadi yang mempunyai kesadaran identitas, mampu mengatur dan mendisiplinkan prilakunya, serta memiliki nilai-nilai dan ambisi.”
Jadi, sosialisasi pedesaan bisa diartikan sebagai salah satu ilmu yang mempelajari bagaimana cara masyarakat memenuhi pertumbuhan dan perkembangan mereka di wilayah pedesaan yang ditempati masyarakat lainnya atau lingkungan pedesaan yang kita temui . Proses itu bisa dilakukan dengan memperhatikan cara berkomunikasi, berinteraksi, beradaptasi di lingkungan tersebut.

B.     Perbedaan Pedesaan dan Perkotaan

Lingkungan pedesaan dan perkotaan memiliki perbedaan yang besar. Perbedaan itu mempengaruhi cara masyarakat bersosialisasi di desa dan di kota. Inilah sebabnya kegiatan-kegiatan yang berdasar pada sosialisasi banyak dilakukan di daerah-daerah pedesaan. Terlebih karena tempatnya yang masih kental dengan udara segar dan sejuk, juga karena proses sosialisasi yang menyenangkan, mudah, dan bukan hanya berguna di lingkungan itu saja, tetapi juga untuk diri sendiri. Adapun perbedaan-perbedaan yang tampak antara desa dan kota adalah sebagai berikut :




NO.
Segi pandangan
Pedesaan
Perkotaan
1
Fungsi desa
Pusat penghasil pangan
Pusat penghasil sandang
2
Jumlah penduduk
Sedikit ( < 1000 ), jarang, homogen
Sangat Banyak ( > 1000 ), padat, heterogen
3
Lingkungan & mata pencaharian
Daerah pertanian, persawahan, kebun, hutan, perbukitan, pantai lepas, dll
Daerah industry, pusat pembangunan modern
4
Corak hidup
Paguyuban (tenang, harmonis,dsm), berkelompok, dan sentiment yang kuat
Patembayan, individual dan kompetitif
5
Interaksi sosial
Sangat akrab, saling mengenal tanpa jarak
Tidak begitu peduli, kurang akrab
6
Keterikatan antarsesama
Bersifat familistik dan langgeng
Dasar kepentingan pribadi
7
Keterikatan terhadap lingkungan
Sangat kuat pengaruh lingkungannya
Sangat lemah, lebih ke barang berharga
8
Prinsip yang dibangun
menjunjung tinggi kebersamaan, solidaritas, musyawarah, kerukunan dan kterlibatan social.
sosial ekonomi, politik dan budaya amat dinamis
9
Nilai moral
mengikat dan dipedomi warganya dalam melakukan interaksi sosial. Aturan itu umumnya tidak tertulis
bersifat formal sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku
10
Nilai kebudayaan
Memiliki keterikatan yang kuat terhadap tanah kelahirannya dan tradisi-tradisi warisan leluhurnya
Rasa nasionalisme terhadap tanah kelahiran dan tradisi leluhur kurang tampak
11
Penguasaan pengetahuan
Sulit menerima inovasi baru,  monoton dengan tingkat perkembangan yang lamban
Mudah menyerap pengetahan baru, selalu melakukan inovasi
12
Fasilitas
Sangat kurang, karena jangkauan yang jahu dari pusat kota dan kurangnya minat masyarakat ke pedesaan
Lengkap
13
Pendidikan
Masih rendah, namun banyak yang dapat bekerja
Tinggi, namun banyak pengangguran
14
Pemimpin
Kebanyakan dari orang yang dituakan, karena dianggap dapat mengayomi penduduk, lebih mengetahui nilai moral dari leluhur, dan dihormati
Dipilih melalui system demokrasi Negara, tidak peduli muda atau tua
15
Kepribadian
kurang terbuka, kurang kritis, pasrah terhadap nasib
terbuka, demokratis, kritis
  

C.     Syarat-syarat Diterima Masyarakat Pedesaan
Di lingkungan yang baru, kita harus menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut agar kita memiliki rasa hormat terhadap masyarakat disana. Terutama di daerah pedesaan yang masih sangat kental nilai moralnya. Syarat-syarat yang wajib dilakukan adalah :
1.      Jangan bertingkah laku aneh.
Pengetahuan penduduk desa tentang perkembangan yang terjadi di kota sangatlah minim dan lamban. Dikarenakan fasilitas yang tidak menjangkaui daerah tersebut. Contohnya perkembangan teknologi yang kian pesat. Penggunaan barang-barang teknologi modern secara berlebihan, model pakaian yang glamour akan menjadi pusat perhatian penduduk desa yang bisa menimbulkan dampak positif dan negative. Lebih baik berpenampilan sederhana daripada tidak diterima dengan senang hati oleh penduduk desa.
2.      Menjaga sikap.
Kepribadian yang individualisme, egois, dan tidak peduli jelas tidak baik dibawa ke daerah yang masih kuat rasa menghormatinya. Sikap yang sopan dan ramah akan lebih dihargai penduduk desa.
3.      Mematuhi aturan yang berlaku.
Beberapa desa / dusun / kampong juga memiliki aturan-aturan yang tidak kalah ketatnya di daerah perkotaan. Bedanya, aturan-aturan di kota,tertulis dan disahkan oleh Negara (resmi) dan bersifat universal, tidak dengan aturan di desa. Contoh aturan ‘ hokum yang berlaku di desa adalah hokum adat. Jika perkara tidak dapat diselesaikan dengan hokum adat, perkara akan diserahkan ke kepolisian.
4.      Sopan dalam meminta dan memberi pendapat
Dalam cara berkomunikasi, jelas hal ini sangat diperhatikan. Terlebih jika berbicara kepada orang yang lebih tua. Penduduk desa memiliki sentiment yang kuat.
5.      Sopan dalam bersikap
6.      Jangan mengambil sesuatu tanpa izin

Semua syarat-syarat diatas merujuk pada etika-etika dalam bersikap. Sikap bersosialisasi seperti ini lebih bisa diterima penduduk desa ataupun di lingkungan yang baru ditempati, Sikap-sikap lainnya yang menuju kearah yang sama akan lebih baik di aplikasikan juga.
D.     Tahapan berkunjung atau bertemu
Jika kita bertamu kerumah tetangga baru, hal pertama yang akan kita lakukan setelah saling bertatap muka adalah berkenalan. Demikian pula tindakan kita jika berkunjung ke daerah baru terutama di pedesaan, apalagi jika ingin melakukan kegiatan di wilayah tersebut.


Tahap – tahap yang harus diperhatikan dan dilakukan adalah:
1.      Mengenalkan diri kepada pemimpin / penduduk desa. Tahap pertama ini sangat diutamakan. Jika tidak, akan memunculkan kesan yang tidak beradab pada diri kita. Terlebih, sifat penduduk desa yang sangat sentiment.
2.      Menjelaskan tujuan / alasan berkunjung ke daerah tersebut. Memberikan penjelasan sebaiknya dilakukan dengan pemimpin di daerah tersebut, atau orang yang berpengaruh cukup besar dan dapat berkomunikasi secara maksimal dengan kita.
3.      Meminta penjelasan tentang aturan-aturan yang berlaku di daerah tersebut. Kita harus mengetahui aturan-aturan dari yang kecil hingga yang besar seperti upacara-upacara tradisi penduduk disana. Jika kita ingin melakukan kegiatan di daerah tersebut, kita tidak boleh meremehkan hal ini.
4.      Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Setiap daerah memiliki aturan atau hokum, sekecil apapun itu kita harus mematuhinya dengan baik dan benar.

E.     Sumber

1 komentar:

https://desa.allauthor.com mengatakan...

Menarik sekali membahas tentang sosialisasi pedesaan bagi pecinta alam. Kehidupan di desa memang sarat dengan keindahan yang sederhana namun menenangkan, apalagi bagi mereka yang memiliki kecintaan terhadap alam. Melalui artikel ini, saya jadi lebih mengerti bagaimana pentingnya berbagi pengetahuan kepada warga desa untuk menjaga alam sekitar dan memanfaatkan sumber daya dengan bijak. Sosialisasi yang tepat bisa membuka wawasan baru untuk mereka, sekaligus memperkaya pengalaman bagi siapa saja yang mencintai keindahan alam pedesaan.

Salam,

https://desa.allauthor.com