Sosialisasi Pedesaan
A.
Definisi
‘Sosialisasi’ dan ‘pedesaan’, sangat sering kita
mendengar istilah dan arti dari kedua kata tersebut. Dikutip dari sumber http://www.scribd.com/doc/27119983/A-Sosialisasi-1-Pengertian-Sosialisasi-Menurut-Para,
“Stewart (1985:93) menyatakan bahwa sosialisasiadalah proses orang memperoleh
kepercayaan sikap nilaidan kebiasaan dalam kebudayaan. Melalui proses
sosialisasi akan tumbuh satu pribadi yang hak karena sifat-sifat kelompok tidak
pernah diserap secara sama oleh masing-masing anggota kelompok.”
Pendapat ahli lainnya adalah “Broom dan Selznic (
1961 : 79 ) menyatakan bahwa sosialisasi adalah proses membangun atau
menanamkan nilai-nilai kelompok pada diri seseorang. Dari segi masyarakat
sosialisasi adalah cara untuk mentransmisikan kebudayaan dan cara bagaimana
seseorang di sesuaikan kedalam cara kehidupan yang telah diorganisir dari segi individu, ataupun pemenuhan potensi pertumbuhan dan perkembangan pribadi. Sosialisasi memanusiakan manusia dan mengembangkannya agar menjadi pribadi yang mempunyai kesadaran identitas, mampu mengatur dan mendisiplinkan prilakunya, serta memiliki nilai-nilai dan ambisi.”
Jadi, sosialisasi
pedesaan bisa diartikan sebagai salah satu ilmu yang mempelajari bagaimana cara
masyarakat memenuhi pertumbuhan dan perkembangan mereka di wilayah pedesaan
yang ditempati masyarakat lainnya atau lingkungan pedesaan yang kita temui .
Proses itu bisa dilakukan dengan memperhatikan cara berkomunikasi,
berinteraksi, beradaptasi di lingkungan tersebut.
B. Perbedaan
Pedesaan dan Perkotaan

|
NO.
|
Segi
pandangan
|
Pedesaan
|
Perkotaan
|
|
1
|
Fungsi
desa
|
Pusat
penghasil pangan
|
Pusat
penghasil sandang
|
|
2
|
Jumlah
penduduk
|
Sedikit
( < 1000 ), jarang, homogen
|
Sangat
Banyak ( > 1000 ), padat, heterogen
|
|
3
|
Lingkungan
& mata pencaharian
|
Daerah
pertanian, persawahan, kebun, hutan, perbukitan, pantai lepas, dll
|
Daerah
industry, pusat pembangunan modern
|
|
4
|
Corak
hidup
|
Paguyuban
(tenang, harmonis,dsm), berkelompok, dan sentiment yang kuat
|
Patembayan,
individual dan kompetitif
|
|
5
|
Interaksi
sosial
|
Sangat
akrab, saling mengenal tanpa jarak
|
Tidak
begitu peduli, kurang akrab
|
|
6
|
Keterikatan
antarsesama
|
Bersifat
familistik dan langgeng
|
Dasar
kepentingan pribadi
|
|
7
|
Keterikatan
terhadap lingkungan
|
Sangat
kuat pengaruh lingkungannya
|
Sangat
lemah, lebih ke barang berharga
|
|
8
|
Prinsip
yang dibangun
|
menjunjung
tinggi kebersamaan, solidaritas, musyawarah, kerukunan dan kterlibatan
social.
|
sosial
ekonomi, politik dan budaya amat dinamis
|
|
9
|
Nilai
moral
|
mengikat
dan dipedomi warganya dalam melakukan interaksi sosial. Aturan itu umumnya
tidak tertulis
|
bersifat
formal sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku
|
|
10
|
Nilai
kebudayaan
|
Memiliki
keterikatan yang kuat terhadap tanah kelahirannya dan tradisi-tradisi warisan
leluhurnya
|
Rasa
nasionalisme terhadap tanah kelahiran dan tradisi leluhur kurang tampak
|
|
11
|
Penguasaan
pengetahuan
|
Sulit
menerima inovasi baru, monoton dengan
tingkat perkembangan yang lamban
|
Mudah
menyerap pengetahan baru, selalu melakukan inovasi
|
|
12
|
Fasilitas
|
Sangat
kurang, karena jangkauan yang jahu dari pusat kota dan kurangnya minat
masyarakat ke pedesaan
|
Lengkap
|
|
13
|
Pendidikan
|
Masih
rendah, namun banyak yang dapat bekerja
|
Tinggi,
namun banyak pengangguran
|
|
14
|
Pemimpin
|
Kebanyakan
dari orang yang dituakan, karena dianggap dapat mengayomi penduduk, lebih
mengetahui nilai moral dari leluhur, dan dihormati
|
Dipilih
melalui system demokrasi Negara, tidak peduli muda atau tua
|
|
15
|
Kepribadian
|
kurang
terbuka, kurang kritis, pasrah terhadap nasib
|
terbuka,
demokratis, kritis
|
(dikutip
dari http://www.scribd.com/doc/27119983/A-Sosialisasi-1-Pengertian-Sosialisasi-Menurut-Para,dan http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/06/ciri-ciri-dan-karateristik-masyarakat-kota-dan-masyarkat-desa/
)
C. Syarat-syarat
Diterima Masyarakat Pedesaan
Di lingkungan yang baru, kita harus menyesuaikan
diri dengan lingkungan tersebut agar kita memiliki rasa hormat terhadap
masyarakat disana. Terutama di daerah pedesaan yang masih sangat kental nilai
moralnya. Syarat-syarat yang wajib dilakukan adalah :
1. Jangan
bertingkah laku aneh.
Pengetahuan penduduk
desa tentang perkembangan yang terjadi di kota sangatlah minim dan lamban.
Dikarenakan fasilitas yang tidak menjangkaui daerah tersebut. Contohnya
perkembangan teknologi yang kian pesat. Penggunaan barang-barang teknologi
modern secara berlebihan, model pakaian yang glamour akan menjadi pusat
perhatian penduduk desa yang bisa menimbulkan dampak positif dan negative.
Lebih baik berpenampilan sederhana daripada tidak diterima dengan senang hati
oleh penduduk desa.
2. Menjaga
sikap.
Kepribadian yang
individualisme, egois, dan tidak peduli jelas tidak baik dibawa ke daerah yang
masih kuat rasa menghormatinya. Sikap yang sopan dan ramah akan lebih dihargai
penduduk desa.
3. Mematuhi
aturan yang berlaku.
Beberapa desa / dusun /
kampong juga memiliki aturan-aturan yang tidak kalah ketatnya di daerah
perkotaan. Bedanya, aturan-aturan di kota,tertulis dan disahkan oleh Negara
(resmi) dan bersifat universal, tidak dengan aturan di desa. Contoh aturan ‘
hokum yang berlaku di desa adalah hokum adat. Jika perkara tidak dapat
diselesaikan dengan hokum adat, perkara akan diserahkan ke kepolisian.
4. Sopan
dalam meminta dan memberi pendapat
Dalam cara
berkomunikasi, jelas hal ini sangat diperhatikan. Terlebih jika berbicara
kepada orang yang lebih tua. Penduduk desa memiliki sentiment yang kuat.
5. Sopan
dalam bersikap
6. Jangan
mengambil sesuatu tanpa izin
Semua syarat-syarat diatas merujuk pada etika-etika
dalam bersikap. Sikap bersosialisasi seperti ini lebih bisa diterima penduduk
desa ataupun di lingkungan yang baru ditempati, Sikap-sikap lainnya yang menuju
kearah yang sama akan lebih baik di aplikasikan juga.
D. Tahapan berkunjung atau bertemu
Jika kita bertamu kerumah tetangga baru, hal pertama
yang akan kita lakukan setelah saling bertatap muka adalah berkenalan. Demikian
pula tindakan kita jika berkunjung ke daerah baru terutama di pedesaan, apalagi
jika ingin melakukan kegiatan di wilayah tersebut.
Tahap – tahap yang harus diperhatikan dan dilakukan
adalah:
1. Mengenalkan
diri kepada pemimpin / penduduk desa. Tahap pertama ini sangat diutamakan. Jika
tidak, akan memunculkan kesan yang tidak beradab pada diri kita. Terlebih,
sifat penduduk desa yang sangat sentiment.
2. Menjelaskan
tujuan / alasan berkunjung ke daerah tersebut. Memberikan penjelasan sebaiknya
dilakukan dengan pemimpin di daerah tersebut, atau orang yang berpengaruh cukup
besar dan dapat berkomunikasi secara maksimal dengan kita.
3. Meminta
penjelasan tentang aturan-aturan yang berlaku di daerah tersebut. Kita harus
mengetahui aturan-aturan dari yang kecil hingga yang besar seperti
upacara-upacara tradisi penduduk disana. Jika kita ingin melakukan kegiatan di
daerah tersebut, kita tidak boleh meremehkan hal ini.
4. Dimana
bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Setiap daerah memiliki aturan atau
hokum, sekecil apapun itu kita harus mematuhinya dengan baik dan benar.
E. Sumber
1 komentar:
Menarik sekali membahas tentang sosialisasi pedesaan bagi pecinta alam. Kehidupan di desa memang sarat dengan keindahan yang sederhana namun menenangkan, apalagi bagi mereka yang memiliki kecintaan terhadap alam. Melalui artikel ini, saya jadi lebih mengerti bagaimana pentingnya berbagi pengetahuan kepada warga desa untuk menjaga alam sekitar dan memanfaatkan sumber daya dengan bijak. Sosialisasi yang tepat bisa membuka wawasan baru untuk mereka, sekaligus memperkaya pengalaman bagi siapa saja yang mencintai keindahan alam pedesaan.
Salam,
https://desa.allauthor.com
Posting Komentar